JAKARTA - PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) kembali menegaskan langkah ekspansinya di Asia dengan kontrak terbaru ke Bangladesh. Perusahaan ini memperoleh kontrak pengiriman batubara sebanyak 1 juta metrik ton (MT) yang akan dikirim dalam jangka waktu enam bulan.
Direktur Utama SGER, Welly Thomas, menyebut nilai kontrak mencapai US$ 71,5 juta atau setara Rp 1,2 triliun. Kontrak ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memasok kebutuhan energi di luar negeri.
Batubara untuk Pembangkit Listrik Strategis
Batubara yang dikirim SGER ditujukan untuk sektor pembangkit listrik di Bangladesh yang dikelola RNPL. RNPL merupakan perusahaan patungan antara Rural Power Company Limited (Bangladesh) dan NORINCO International Cooperation Limited (China).
PLTU Patuakhali dengan kapasitas 1.320 MW menjadi fokus pasokan ini. Fasilitas ini termasuk beban dasar (baseload) strategis yang vital bagi jaringan listrik nasional Bangladesh.
Kontribusi terhadap Ketahanan Energi
“Pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi PT Sumber Global Energy, yang mencerminkan semakin luasnya ekspansi perusahaan dan kapasitasnya dalam mendukung proyek infrastruktur ketenagalistrikan berskala besar, sekaligus berkontribusi terhadap ketahanan energi di Bangladesh,” ujar Welly dalam siaran pers, Kamis, 12 Februari 2026.
Penghargaan dari RNPL juga diterima SGER atas penunjukannya sebagai pemasok batubara. Hal ini menjadi pengakuan resmi terhadap kontribusi SGER dalam sektor ketenagalistrikan di Bangladesh.
Dampak Positif terhadap Pendapatan Perusahaan
Welly menilai kontrak ini akan menambah pendapatan SGER secara signifikan. Selain itu, kontrak ini menjadi bukti bahwa pasar batubara di Asia masih memiliki potensi yang luas.
“Ke depan tidak menutup kemungkinan SGER akan merambah pasar lain,” tambah Welly. Hal ini menunjukkan strategi pertumbuhan perusahaan yang terus agresif di pasar regional.
Jejak SGER di Pasar Asia Lainnya
Sebelumnya, SGER telah mengekspor batubara ke sejumlah negara Asia seperti China, India, Malaysia, Laos, Filipina, dan Vietnam. Jejak ini memperkuat posisi SGER sebagai pemain utama dalam industri batubara di kawasan Asia.
Selain bisnis batubara, SGER juga memperoleh pendapatan dari segmen lain. Hingga September 2025, pendapatan dari penjualan nikel mencapai Rp 695,14 miliar, produk kelapa sawit Rp 469,76 miliar, dan kokas minyak bumi Rp 7,47 miliar.
Sinergi Produk dan Diversifikasi Bisnis
Pendapatan dari berbagai lini bisnis ini mencerminkan strategi diversifikasi SGER. Perusahaan tidak hanya bergantung pada batubara, tetapi juga memanfaatkan peluang dari komoditas lain.
Langkah ini memperkuat fondasi perusahaan untuk mengekspansi bisnis lebih luas ke negara-negara Asia lain. Dengan kombinasi ekspansi dan diversifikasi, SGER memposisikan diri sebagai pemain regional yang berkelanjutan dan kompetitif.
SGER Perkuat Posisi di Pasar Energi Asia
Kontrak batubara ke Bangladesh menegaskan kapabilitas SGER dalam mendukung proyek energi strategis. Langkah ini juga membuka peluang bagi perusahaan untuk terus memperluas jaringan pasarnya di Asia.
Dengan pengakuan resmi dan penghargaan dari RNPL, SGER menunjukkan kredibilitas dan kemampuan logistiknya. Strategi ini sekaligus menjadi bukti bahwa perusahaan siap menghadapi tantangan dan peluang pasar energi regional.